Satu tahun yang lalu, untuk kali pertamanya jadi pegawai Bank* dan saya bekerja dilembaga yg benar benar formal. Dulu tak pernah ada cita-cita untuk bekerja di bidang perbankan, yang sempat terbersit hanya punya cewe yang kerja di Bank #ihik. Dan saat itu pula miskin sekali pengetahuan ttg perbankan, yang saya ketahui tentang Bank saat itu hanyalah mbak-mbak teller yang dandan cantik setiap dia bertugas dan tarik ATM yang saldonya selalu pas-pasan, itu saja. Apa itu deposito, apa itu giro, apa itu rekeing Koran saya tidak tahu menahu.
Obsesi saya jaman dulu adalah menjadi seorang yang bekerja dengan hal yang berhubungan dengan warna, atau kamera, yang kerjaannya jalan-jalan setiap hari. Tapi keinginan itu musnah sudah ketika setiap daftar jadi wartawan, daftar jadi designer ato staff promotion di media cetak atau elektronik ataupun di advertising selalu tidak pernah ada kesempatan untuk hal itu.
Karena usaha yang saya lakukan selama ini dibidang “industry creative” (bahasa kerennya) belum bisa diandalkan, akhirnya tawaran untuk bekerja di Bank tersebut saya terima setelah menjalani berbagai tahapan test. Dan akhirnya banting setir juga untuk bekerja di perbankan sebagai sales kredit, analis kredit, appraisal agunan, debt collector atau bahasa lowongan kerja dikorannya Account Officer.
Seneng bercampur dengan cemas ketika akan berangkat pendidikan sebelum bekerja, soalnya saya tidak tahu akan menghadapi pelajaran semacam apa besok, yang jelas kartu poker dan kartu uno sudah saya bawa. Meraka adalah dua sahabat sejati hehehe….
Satu persatu peserta pelatihan berdatangan, mereka nantinya adalah teman satu angkatan saya. Datang dari berbagai daerah yang berbeda dari barat, timur, utara, selatan dan berbagai latar pendidikan dan profesi yang berbeda-beda sebelumnya. Ada yg memang sudah berlatar belakang di perbankan, ataupun leasing, pengajar, surveyor, dsbnya. Yang jelas mereka orang-orang hebat. Mereka adalah Adjie Koe, Agreianti Puspitasari, Ajuzz Wachjudi, Anang Perdana Gcc, Angke Winnetou, Aprilina Pawestri, Ardana Himawan Agung, Avin Wijaya, Binarno Dwimulyowiharjo, Boedi Boedaja, Cahyo Triatmoko, Dimas Kusumawardhana, Doby Sibaranie, Hilmia Zola Adiputri, Joko Putra Asia, Keliek Yulianto, Lutfi Abdilah, Okky Listyadewi, R Basuki Iman Cahyono, Rahendra Optimis, Rangga Aryayoga, Ryandhika Vistara, Sulistianto Sarmowidjojo, Taufik Effendi, Tiara Pitra, Tiwul Gita Pratiwi
Pelajaran-pelajran awal pun diisi dengan istilah-istilah baru seperti Exposure kredit, dulu saya mengenal hanya exposure pada fotografi, exposure diagfragma atau exposure speed. LDR, load to debt ratio, saya taunya LDR adalah long distance relation, heheh, Yah begitulah, istilah-istilah aneh yg saya denger, serasa paling bego sendiri. Dulu dikuliahan hanya belajar analisis semiotika, framing, sekarang harus berhadapan dengan analisis laporan keuangan, gimana ga mual mula coba.
Ditakdirkan untuk menjadi profesi ini mungkin karena sewaktu sekolah dulu ngga pernah suka dengan apa yang namanya akuntansi, serta PPKn, dan Saat itu selama pendidikan kita di perkosa untuk memahami Neraca, Laporan laba rugi, recasting , menghtung proyeksi, mengenal hokum-hukum perdata atau pidana yang berhubungan perbankan. Yang jelas ga ada Pelajaran melukis, menggambar, atau bermusik
bersambung…
—————————————————-
Mario Teguh’ s Quote:
Pernahkah Anda melihat orang yang menyesali bidang studi atau pekerjaannya?
Tapi dia hanya mengeluh dan tidak pindah ke tempat yang lebih baik?
Dia hanya berfokus pada tidak-enaknya hidup daripada indahnya upaya membangun keberhasilan.
Dia yang menyesali jalur tindakannya tidak akan pernah bersungguh-sungguh untuk berhasil dalam jalur itu.
Seandainya dia lebih tegas bagi kebaikannya sendiri …
note:
* tulisan ini jangan dianggap serius loh….
**maaf kalau di fotonya logo Banknya saya hilangkan
